Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Mencicipi Lezatnya Durian Goreng




KOMPAS.com - Durian Goreng? Wahh... kayaknya enak ya, membayangkannya saja saya sudah sangat tergoda. Glek... glek... he-he... Seperti apa ya durian goreng itu?

Ya itulah salah satu menu yang ada di Kurayu Resto yang berada di Ruko Mediterania, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jumat sore itu kebetulan sedang berada di area Kelapa Gading, jadilah kami mampir ke Kurayu untuk mencoba Duriann Goreng yang menjadi buah bibir di lingkungan tersebut. Restoran ini terbilang baru lho, berdiri sejak bulan Februari 2010 dan memang sengaja menggunakan nama Kurayu. “Kurayu kau makan,” ujar pemiliknya.

Nama Kurayu sendiri mirip dengan nama Yuraku, restoran Jepang yang berada di daerah Kelapa Gading juga. Ternyata Yuraku dan Kurayu memang berhubungan, pemiliknya adalah Ibu dan Anak, wow hebat ya.

Makanan yang ditawarkan di Kurayu juga lumayan beragam, ada Nasi goreng, Soto Betawi, Sop Buntut, Ayam Goreng, Rawon Sengkel, Udang Mayonnaise, dan masih ada beberapa lagi menu lainnya. Nah sesuai dengan tujuan awal tadi, kami ingin mencoba Durian Goreng ala Kurayu. Jadi kami pesan 3 buah Durian Goreng, plus Soto Betawi dan Nasi Goreng Ikan Asin. O iya kami juga pesan Es Rainbow untuk hidangan penutup.

Yang pertama datang adalah Durian Gorengnya, glek-glek... aromanya sangat menggiurkan euy. Kress... renyah di luar, tapi begitu digigit terasa lembut di dalamnya. Duriannya sangat terasa sekali, Yummy banget. Yup si duriannya sudah dihaluskan (tanpa biji) dibungkus dengan kulit lumpia tipis, baru deh di goreng dengan tepung. Ini enak banget lho, 3 buah durian goreng habis dalam sekejap. Enak banget untuk disantap dalam keadaan hangat. Kami pun pesan 2 buah lagi, he-he... enak banget soalnya.

Kalau Soto Betawi disini juga agak sedikit berbeda dengan soto betawi pada umumnya, karena dia tidak menggunakan santan, melainkan menggunakan susu sebagai pengganti santan. Rasanya gurihnya memang sedikit berbeda, tapi ini juga enak kok.

Nasi Goreng Ikan Asinnya juga sangat menggiurkan, penampilannya memang pucat, tidak coklat gelap seperti nasi goreng pada umumnya. Karena ini tidak menggunakan kecap manis. Menurut pelayannya menu ini juga merupakan salah satu menu terlaris. Tidak heran juga, karena nasi goreng ikan asinnya memang enak. Apalagi kalau dibuat pedas, wuih mantap deh, pedasnya bercampur dengan potongan ikan asin kecil-kecil. Nyam nyam.... aromanya pun berbeda dengan nasi goreng lainnya.

Weittss mantap deh Durian Goreng dan Nasi goreng Ikan Asin ala Kurayu ini. Buat para pecinta durian, rasanya Anda harus mencoba Si Durian Goreng ala Kurayu ini.


Bisa Dibikin Macam-macam makanan Lho

Lumpia durian goreng:


Durian Goreng Tepung:

 
Durian Goreng Keju:












sumber: kompas.com

Anak Kecil Paling Beruntung! Kepala dielus Pak SBY

Potret seoarang bocak cilik paling beruntung! Sang ayah sampai meneteskan air mata melihat kebaikan hati Pak SBY!

[imagetag]

Tapi kenapa tuh bocah ekpresinya datar banget yaaa??


sebagai bagsa yang beradab dan bermoral beragama kita harus saling kasih mengasihi


Peace Broo











sumber: forum.vivanews.com

Tari Topeng Slawi Nyaris Punah

Nyaris tertelan hiruk pikuk zaman, ternyata tari topeng Slawi, Tegal, Jawa Tengah masih bisa dinikmati seperti terlihat beberapa waktu lalu di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Maestro tari topeng Slawi, Suwitri masih cekatan menyuguhkan tarian yang telah merakyat sejak puluhan tahun lampau.
Tari Topeng Slawi Nyaris Ditelan Zaman
Suwitri mewarisi 6 jenis tari topeng khas Tegal dari ibunya yang bernama Warmi. Suwitri mulai menarik sejak tahun 1970an usai ibunya sudah tidak sanggup lagi menari.



Tari Topeng Slawi Nyaris Ditelan Zaman
Suwitri belajar otodidak secara turun temurun dari ibunya (Warmi) dan neneknya (Darem).

Tari Topeng Slawi Nyaris Ditelan Zaman
Tari topeng Slawi dapat bertahan sedemikian lama dengan cara mentas dari panggung ke panggung di kampung. Masyarakat sekitar tegal menyebutnya Ronggeng Warmi.










sumber:http://foto.detik.com/readfoto/2011/12/26/102440/1799715/157/3/

Minggu, 25 Desember 2011

Aparat Tak Berhelm Saat Berkendara

Di tengah kampanye cara aman berkendara, seorang aparat mengendarai sepeda motor tidak memakai helm di Jalan Medan Merdeka Timur Jakarta. Selain membahayakan diri, perilaku ini juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

GB

Dua orang anggota TNI melintas di Jalan Medan Merdeka Timur Jakarta, salah satunya tidak mengenakan helm.

GB

Selain membahayakan diri sendiri, perilaku ini juga membuat citra korps TNI menjadi buruk di mata masyarakat.









sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/01/14/112304/1546396/157/1/aparat-tak-berhelm-saat-berkendara

Melihat Warnet Milik Chris John

Selain mencari uang lewat bertarung di atas ring, Chris John membuka usaha waarung internet. usaha ini di bangun mulai tahun 2008. lokasi warnet ini di Kudus, Jawa Tengah

tampak depan warnet




TARIF

NON MEMBER :
1. Per Jam ---> Rp. 3.000,-
2. DEPOSIT NON MEMBER
a. Non Member 3 Jam ---> Rp. 8.000,-
b. Non Member 5 Jam ---> Rp. 14.000,-
c. Non Member 7 Jam ---> Rp. 20.000,-

MEMBER :
- Biaya Pendaftaran ---> Rp. 20.000,-
- Paket Deposit
a. Paket 6 Jam, Bonus 1 Jam ---> Rp. 15.000,-
b. Paket 24 Jam, Bonus 2 Jam ---> Rp. 60.000,-
c. Paket 60 Jam, Bonus 3 Jam ---> Rp. 150.000,-
d. Paket 80 Jam, Bonus 4 Jam ---> Rp. 200.000
e. Paket 120 Jam, Bonus 4 Jam ---> Rp. 300.000,-

LADIES DAY ---> Rp. 2000,- /Per Jam (Selasa, Kamis, Sabtu)
ada yg jual merchandise nya juga gan!!

merchandise:




yang masih kaga percaya ini punya chris john ane kasih bukti lagi nih



FB.nya












sumber: kaskus.us

Proses pembuatan Sambal

Sambal sudah menjadi bagian hidup di Indonesia dalam menikmati makanan. Terutama penduduk di kota besar seperti Jakarta, sambal adalah padanan makanan favorit bagi sebagian besar warganya. Menurut Wahyu Supartono dari Laboratorium Analisa Mutu dan Standarisasi, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Minat yang tinggi terhadap sambal ini dipengaruhi iklim tropis yang ada di Indonesia, Iklim tropis suka sekali makanan pedas karena suhu panas sedangkan sub tropis lebih suka makan-makanan yang soft dan tanpa berani eksplorasi bumbu.

Konsumsi saus sambal yang tinggi bahkan hampir seluruh Indonesia, tentu membuat produksi saus sambal semakin hari semakin maju. Dalam memproduksi saus sambal ada 3 komponen penting yang menentukan kualitas sambal. Pertama yaitu bahan baku, kemudian proses pembuatannya dan yang terakhir adalah proses pengemasannya.

Saat proses pemilihan bahan baku ada beberapa tahapan seperti pengujian tingkat kematangan pada cabe yang dilanjutkan tahap pengujian tingkat kepedasan. Pengujian kepedasan cabe dengan cara cabe segar dipatahkan kemudian diambil bagian lidah cabe, cabe bagian paling pedas adalah lidah cabe yang menempel dengan biji.


Untuk sambal yang baik, cabai yang berkualitas tentunya.



Selanjutnya pada proses produksi, ada beberapa tahapan. proses awal produksi saus sambal yaitu proses sortasi jadi cabe yang sudah melewati tahap kualitas kontrol disortir kembali. Dan kemudian masuk tahap pencucian cabai hingga bersih yang dilanjutkan proses penggilingan cabe dan pemasakan.

Setelah itu masuk ke proses selanjutnya yaitu glanding tank atau proses pencampuran. Di proses ini baru ditambahkan bumbu-bumbu tambahan. Setelah itu baru menuju tahap akhir yaitu proses penyaringan Tujuannya untuk menstandarkan kualitas hasil penggilingan.

Setelah tahap produksi, baru memasuki pengemasan. Di tahap ini, saus sambal yang sudah jadi tinggal dikemas dalam beberapa ukuran. Nah sudah tahu kan bagaimana proses pembuatan saus sambal dari mulai cabe mentah hingga menjadi sebotol saus sambal yang selalu menemani kita.

Seperti yang kita tau gan, kalo sambel juga punya banyak jenis loh..

1. Sambal Goreng


2. Sambal Goreng Ati



Spoiler for RESEP:


Bahan yang diperlukan:
- 250 gram hati sapi, rebus sampai matang, kemudian potong kotak dadu ukuran 1x1 cm
- 150 gram Kentang, kupas dan bersihkan kemudian potong dadu 1x1 cm
- Petai sesuai dengan selera. Belah menjadi dua bagian
- 150 ml santan cair
- 1 Sendok makan gula merah serut
- 4 Buah Cabai merah besar. Buang bijinya, iris tipis-tipis kemudian goreng
- 1 Batang Sereh, geprek
- 1 lembar Daun salam
- 1 ruas Lengkuas, memarkan
- Bawang merah goreng sebagai taburan.

Bumbu halus :
- 2 siung bawang putih
- 3 siung Bawang merah
- 7 Buah cabe merah besar
- 1/2 sendok teh merica putih bubuk
- 1/2 sendok teh ketumbar
- Garam dan gula secukupnya

Cara membuat :
1. Panaskan minyak, kemudian goreng kentang yang telah dipotong ukuran dadu hingga matang. Angkat kemudian tiriskan.
2. Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun salam dan lengkuas hingga aromanya harum telah tercium.
3. Tambahkan gula merah serut, kemudian aduk hingga rata. Masukkan hati sapi, petai dan kentang goreng, aduk perlahan hingga rata.
4. Tuangkan santan cair dan masak sampai santan menyusut.
5. Masukkan cabe merah goreng, aduk rata kemudian angkat dan sajikan.
6. Sebagai pelengkap taburkan bawang merah goreng di atasnya.

3. Sambal Mangga


4. Sambal goreng kentang


5. Sambal bawang



6. Sambal ijo


7. Sambal jepang (Wasabi)


8. Sambal Terasi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11730312

Taufik Hidayat Juara di India

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil2J5yIkZlx3x4VPO1YZr3XIqeE0hO_msQKMeDqUp47abZXwqEOfX2S_J7T9B_GziXP7dg9BOm1MFhgYrCgE1WxHsQKz7PtWFOdyn-KbD2WfIipMaDL4KaN0rfwIMmgm9rRitn-PMrk8K8/s1600/54357c2c403ff6776feba8e7d215ba8e-getty-files-asiad2006-doha-badminton-podium-chn-ina.jpg

Pemain tunggal Indonesia, Taufik Hidayat, berhasil menjadi juara di turnamen bulu tangkis India Terbuka Grand Prix Gold. Di partai puncak, Minggu. 25 Desember 2011, pemain 30 tahun itu mampu mengalahkan pemain tuan rumah Sourabh Varma dengan skor 21-15, 21-18.

Gelar juara ini menjadi yang pertama diraih Taufik sepanjang 2011. Sebelumnya, pemain yang sudah keluar dari pemusatan latihan nasional itu sempat lolos ke final Malaysia Superseries. Sayang saat itu ia keok dari andalan tuan rumah Lee Chong Wei.

http://www.cekskor.com/photos/news/2011/10/01/7675_slide.jpg

http://media.vivanews.com/images/2010/08/29/95145_taufik-hidayat-melangkah-ke-final.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/25/1710511620X310.jpg

http://www.cekskor.com/photos/news/2011/11/18/9697_slide.jpg

Meski usinya sudah beranjak dan tak lagi berada di pelatnas, Taufik mampu terus menjadi salah satu tulang punggung Indonesia. Ia saat ini menempati ranking 12 dunia, hanya berada di bawah satu pemain Indonesia lainnya, Simon Santoso (7).

Simon sebenarnya juga tampil di India, bahkan ditempatkan sebagai unggulan pertama.

Tapi, kiprahnya terhenti di babak ketiga. Simon kalah WO dari pemain asal Malaysia, Mohamed Misbun Ramdan, karena sakit.

Sementara itu, langkah Taufik menjadi juara gagal diikuti dua wakil Indonesia lain yang juga lolos ke final. Pasangan ganda campuran Indonesia Mohammad Rijal/Debby Susanto dan pasangan ganda putra Andrei Adistia/Christopher Rusdianti takluk dari lawan-lawannya.

Rijal/Debby dikalah pasangan asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, setelah bertanding selama 58 menit. Meski sempat meraih set pertama, keduanya akhirnya takluk dengan skor 16-21, 21-18, 21-11.

Pasangan pasangan ganda putra Andrei/Christopher juga tak berkutik menghadapi unggulan pertama asal Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato. Pasangan muda itu menyerah 21-17, 12-21, 23-21 setelah melewati pertandingan selama 54 menit.

ANGGA SUKMA WIJAYA














sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2011/12/25/100373678/Taufik-Hidayat-Juara-di--India

Cara Unik Rayakan Natal di Merapi

Ribuan warga di Lereng Merapi merayakan Misa Natal secara unik. Perayaan tersebut tidak dilakukan di gereja melainkan di altar yang didekorasi secara sederhana dari rumput jerami dan tumbuh-tumbuhan. Selain itu, Perayaan natal ini juga diwarnai dengan pemberkatan peralatan pertanian dan ternak warga.
Cara Unik Rayakan Natal di Merapi
Upacara diawali dengan pengambilan air sendang Waringin yang dianggap wingit oleh warga. Parwito/detikNews.



Cara Unik Rayakan Natal di Merapi
Perayaaan Natal ini tidak dilakukan di gereja, melainkan di sebuah altar yang didekorasi dengan rumput dan tumbuh-tumbuhan yang diambil dari lereng Merapi.
Cara Unik Rayakan Natal di Merapi
Alunan gendhing Jawa mengiringi perayaan Natal di Lereng Merepi. parwito/detikNews.






sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/12/25/154449/1799529/157/2/

10 Alasan Kenapa Tidur Saat Sidang

Jangan terlanjur berpikir buruk tentang anggota DPR yang tidur di dalam ruang persidangan. Karena, berbagai alasan bisa terjadi. Memang ada penyebab negatif tetapi juga ada alasan manusiawi yang harus dimaklumi.

 
1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda.

2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur

3. Pasti akan gantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya,

4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya,

5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.

 
6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, karena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.

7. Karena yang dibahas dalam sidang tidak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.

8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya dingin harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.

9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini.

10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur saat sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang.











sumber: kaskus.us

Uang Logam Milik BI Yang Belum Anda Lihat Sebelumnya







Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 2.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 4,93 gram
- Tebal : -
- Diameter : 18,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 5.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 12,43 gram
- Tebal : -
- Diameter : 30,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 24,68 gram
- Tebal : -
- Diameter : 40,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 20.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 49,37 gram
- Tebal : -
- Diameter : 50,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 25.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 61,71 gram
- Tebal : -
- Diameter : 55,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1974
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1974
Pecahan : Rp 5.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Perak
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1974
Warna Dominan
- Depan : Putih
- Belakang : Putih
Ukuran
- Berat : 35,00 gram
- Tebal : 2,87 mm
- Diameter : 42,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1974
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1974
Pecahan : Rp 100.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1974
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 33,347 gram
- Tebal : 2,49 mm
- Diameter : 34,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1987
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1987
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Perak
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1987
Warna Dominan
- Depan : Putih
- Belakang : Putih
Ukuran
- Berat : 19,44 gram
- Tebal : -
- Diameter : 36,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1987
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1987
Pecahan : Rp 200.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1987
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 10,00 gram
- Tebal : -
- Diameter : 25,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Save The Children Fund/1990
Seri/ Emisi : Seri Save the Children Fund/1990
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Perak
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 December 1992
- Penarikan : 31 December
Warna Dominan
- Depan : Putih
- Belakang : Putih

Ukuran
- Berat : 19,44 gram
- Tebal : -
- Diameter : 36,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Save The Children Fund/1990
Seri/ Emisi : Seri Save The Children Fund/1990
Pecahan : Rp 200.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 December 1992
- Penarikan : 31 December
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 10,00 gram
- Tebal : -
- Diameter : 25,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Demokrasi/1995
Seri/ Emisi : Seri Demokrasi/1995
Pecahan : Rp 300.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 16 August 1995
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 17,00 gram
- Tebal : 1,85 mm
- Diameter : 25,00 mm


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Presiden RI/1995
Seri/ Emisi : Seri Presiden RI
Pecahan : Rp 850.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 16 August 1995
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 50,00 gram
- Tebal : 2,78 mm
- Diameter : 35,00 mm






[Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri For The Children Of The World
Seri/ Emisi : Seri For The Children Of The World
Pecahan : Rp 150.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 31 January 2000
- Penarikan : -
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 6,22 gram
- Tebal : -
- Diameter : 22,00 mm










sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6522318