Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Tempat Dengan Pemandangan Tercantik di Dunia

1. Puncak Himalaya Tibet

Tempat ini adalah titik tertinggi di seluruh planet Bumi.

2. Langit Alaska


Sinar Aurora Borealis yang ada di Langit Alaska (ujung utara Amerika, dekat Kutub Utara) ini bikin takjub banget! Aurora itu sendiir adalah cahaya natural di angkasa yang terjadi akibat tabrakan partikel-partikel medan magnet bumi dengan atom dan molekul dari atas atmosfer bumi. Generally, ada 2 warna yaitu hijau dan merah dan hanya bisa dilihat pada waktu malam.

3. Benteng Chittogarh, India



4. Cinque Terre, Riviera


Salah satu tujuan wisata paling populer di Italia ini merupakan bagian dari UNESCO World Heritage Site dan terletak di pinggir laut Mediterania.

5. College The Valleyfield


Sebuah universitas pendidikan di Quebec, Canada.

6. Machu Picchu


Terletak di Lembah Urumba, Peru dan memiliki ketinggian 2.430 meter di atas permukaan laut.

7. Massif De La Chartreuse


Sebuah formasi batu-batuan di pegunungan timur Perancis.

8. Laut Arktik


Imagine this, berdayung santai di laut Arktik yang sejernih Kristal dan berada di wilayah Kutub Utara Bumi.

9. Petra


Petra adalah sebuah kota yang dibentuk di dalam sebuah gunung batu di Yordania. Dibangun 100 tahun SM oleh bangsa Nabatean dengan aliran sungai di bawah tanah.

10. Gunung Tungurahua, Ekuador



11. Oasis In the Middle of Nowhere


this amazing place is built in the middle of the desert, around a small lake, dan tepatnya berada di Ica Province- southwestern Peru. Oasis bernama Huacachina ini dikenal sebagai ‘oasis of America’.

12. Millau Bridge in France


Paris also have another icon yaitu jembatan tertinggi di dunia yang bangunannya lebih tinggi dari Menara Eiffel dan menembus batas awan! Wow.. bisa bayangin nggak sih ada jembatan nembus awan?? kayak gimana ya rasanya pas lewat di atas jembatan ini? Jembatan bernama Millau ini melintasi Sungai Tarn dan lembah-lembah pegunungan Massive Central. panjang jembatan hingga 2,5 km dan tingginya 340 meter (lebih tinggi 16 meter dari Menara Eiffel), jembatan ini udah dirancang dengan kekuatan tahan gempa oleh seorang arsitek asal Inggris bernama Norman Foster.












sumber: tuanmuda.us

10 Tempat Berlibur Bagi Para Pengkhayal

Wujudkan imajinasi berlibur Anda. Beberapa tempat wisata di dunia menyajikan paket liburan mewah bagi Anda yang senang berkhayal dan ingin merasakan hidup seperti tokoh-tokoh tertentu. Mulai dari menjadi maharaja di sebuah tempat autentik di India hingga menjajal peternakan koboi bergaya Wild West ala John Waynes. Berikut sepuluh tempat wisata fantasi tersebut, seperti dikutip Reuters dari situs AskMen



1. Hidup ala ahli minuman anggur di Hotel Marques de Riscal, La Rioja, Spanyol

Tempat yang terletak di utara Spanyol ini didesain oleh arsitek kondang Frank Gehry. Di sini Anda bisa menikmati pemandangan kebun anggur atau mencicipi anggur terbaik dunia di Restoran 1860. Setelah makan malam, Anda bisa beristirahat sambil menikmati minuman keras sebelum tidur di The Wine Bar Vinoteca. Sedangkan paginya, Anda bisa merasakan perawatan spa dengan terapi minuman anggur di Caudalie Vinotherapie Spa.



2. Hidup ala presiden di Hotel Hilton Sao Paulo Morumbi, Brasil

Tempat ini menawarkan kehidupan bak jutawan dengan paket seharga US$ 5.500 atau sekitar Rp 55,4 juta. Anda bisa merasakan perjalanan dengan helikopter dari dan ke hotel, disambut dengan sampanye dan cokelat saat tiba, dan kunci untuk kamar Presidential Suite. Nikmati makan malam di dalam kamar mewah Anda untuk dua orang dan sarapan di tempat tidur sebelum kembali ke helipad di bubungan atap hotel.


3. Hidup ala penduduk Yunani kuno di The Candili Estate, Pulau Euboea, Yunani

Berdiri di lahan seluas 10 ribu hektare, Sparta Fitness Holidays membuat Anda berubah dari manusia biasa menjadi dewa dewi Yunani melalui program serupa olah raga olimpiade Yunani kuno seperti jalan-jalan atau lari di pegunungan, latihan daya tahan tubuh dan berat badan, dan pijat penghilang stres.


4. Hidup ala prajurit di The Ashram, California, Amerika Serikat

Untuk liburan yang dapat membuat Anda berkeringat, di sinilah tempatnya. Dalam latihan selama satu pekan, Anda akan digembleng seperti tentara. Kegiatannya adalah hiking selama lima jam, yoga selama tiga jam, latihan fisik selama satu jam, dan berenang selama satu jam.



5. Hidup ala pujangga di In The Write Light, Tarifa, Costa del la Luz, Spanyol

Di tempat ini, gairah menulis Anda akan digali dalam sebuah lokakarya menulis kreatif. Mulailah dengan novel buatan sendiri yang selalu Anda impikan. Kemudian lanjutkan dengan bergaul dengan sesama pencinta sastra di pantai. Berlangsung selama empat hari, kursus ini memuat lokakarya tak resmi yang akan mengembangkan bakat seni menulis Anda.



6. Hidup ala peselancar di Samudra, Byron Bay, New South Wales, Australia

Tempat ini menyediakan kegiatan kombinasi antara berselancar dan yoga. Rumah liburan bergaya resor ini dibangun di lahan rindang seluas 27 hektare. Dengan gaya liburan bohemian, setiap pagi Anda bisa memulai hari dengan yoga sebelum dilanjutkan dengan instruksi berselancar di tepi pantai.


7. Hidup ala koboi di Triple Peak Cow Camp, Wyoming, Amerika Serikat

Berlatar di Wyoming Mountain Range, di tempat ini berjejer tenda-tenda ala koboi tempat di mana Anda bisa makan malam dan memanggang barbecue sebelum tidur di kasur gulung. Kemudian Anda bisa melanjutkan kegiatan siang hari dengan menunggangi kuda sejauh 10 ribu hektare sembari melihat gerombolan sapi sebanyak 800 hingga seribu pasang.



8. Hidup ala biksu petapa Buddha di Kopan Monastery, Kathmandu, Nepal


Setiap tahun, lebih dari 200 wisatawan asing mengunjungi tempat yang berada di kaki perbukitan Himalaya ini. Di sana mereka bisa berpartisipasi dalam 30 hari kegiatan pencerahan. Selain itu, tempat ini juga menawarkan tujuh hingga sepuluh hari kegiatan meditasi bagi yang tidak begitu memercayai agama Buddha


9. Hidup ala maharaja di Taj Lake Palace, Udaipur, India

Berlatar apung di tengah-tengah Danau Pichola, bagian utara Rajasthan, India, tempat ini adalah tempat terbaik kedua setelah Taj Mahal. Di sini Anda bisa berjalan menyusuri halaman yang dihiasi air mancur atau pundimanja di Taj Spa. Lalu Anda juga bisa makan malam di tempat supermewah nan eksotis, Restoran Neel Kamal.


10. Hidup ala orang Eskimo di ICEHOTEL, Jukkasjarvi, Swedia

Tempat yang berjarak 200 kilometer dari Arctic Circle di Swedia ini cukup terkenal di seluruh penjuru dunia. Mulai dari meja resepsionis hingga tempat tidurnya terbuat dari es yang diambil dari Sungai Torne. Anda bisa check in hotel, menghangatkan diri dengan pakaian berbulu khas Eskimo, dan menikmati hasil seni es yang mengagumkan sebelum menyeruput minuman beralkohol di Absolut ICEBAR. Bagi yang menginginkan kegiatan pemompa adrenalin, Anda bisa mencoba aktivitas mengendarai mobil traktor salju dan memancing ikan di air es.










sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11091003

Minggu, 25 Desember 2011

10 Tempat Wisata Terunik di Dunia

Detail Berita
Tempat unik selalu menarik perhatian. Karenanya seringkali lokasi-lokasi yang unik menjadi incaran para pelancong untuk berlibur.

Karenanya tak salah, jika 10 tempat unik disajikan untuk menjadi referensi bagi Anda dalam memilih tempat berlibur. Berikut sepuluh tempat teraneh dan terunik di Dunia tersebut:

Guaíra Falls, Brazil-Paraguay border
Kebanyakan orang menganggap air terjun Niagara adalah yang terbesar di dunia. Padahal Guaira Falls lah yang terbesar di dunia dengan volume air terjun yang mencapai rata-rata 1.750.000 kubik per-detik. Bandingkan dengan Niagara Falls yang hanya 70.000 kubik per-detik. Sumber Guaira Falls yang terletak di perbatasasn Brasil-Paraguay, adalah sungai Parana. Tahun 1982, pada air ternjun Guaira ini dibangun bendungan untuk pembangkit listrik dengan nama Itaipu Dam yang sekarang menjadi bendungan terbesar kedua penghasil listrik terbesar di dunia setelah Gorges Dam. Itaipu Dam menyuplai 90 persen listrik ke Paraguay, dan 19 persen ke Brasil, juga Rio de Janeiro dan Sao Paulo.

Iceberg B-15, Antartika
Gunung es B-15 adalah yang gunung es terbesar yang tercatat dalam sejarah. Luasnya mencapai 3.100 km, membuatnya lebih besar dari Pulai Jamaika. Gunung es raksasa ini terjadi karena patahan Ross Ice Shelf pada Maret 2000. Lalu pada tahun 2003, gunung es B-15 ini kembali terpecah menjadi beberapa potong, salah satunya yang terbesar disebut B-15a hanyut ke utara, akhirnya hancur ke dalam gletser pada 2005, menyisakan patahan sepanjang 8 km. Hal ini membuat terjadi perubahan besar pada peta Antartika dan menuntut harus direvisi (peta).

Sebagian terhanyut ke sepanjang pantai akhirnya kandas. Pada 2006, angin topan di Alaska, menyebbakan gelombang lautan yang melintas hingga 13.500 km selama 6 hari ke Antartika, dan memisahkan pecahan pecahan sisa menjadi semakin banyak. Hampir satu dasawarsa berlalu, bagian-bagian gunung es itu masih belum cair seluruhnya, bagian yang terbesar masih dianggap sebagaii B-15a, dengan luas bidang mencapai 1.700 Km. Gambar di atas merupakan gunung es yang disebut B-15a sesudah terhanyut ke dalam Drygalski Glacier (terbawah), akhir nya memecah menjadi beberapa potong

Don Juan Pond, Antartika
Tempat manakah yang paling tinggi kandungan garamnya? Pasti orang akan menyebut Laut Mati. Laut Mati memang terkenal di dunia karena kandungan garamnya yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian, air laut kandungan garam tinggi itu bisa menjadi terapi kesehatan. Tak heran kalau di sekitar Laut Mati banyak dibangun spa-spa untuk terapi, khususnya terapi kecantikan dan kesehatan. Tapi ternyata Laut Mati bukanlah yang terasin di dunia. Justru di Antartika lah, tepatnya Don Juan Pond,merupakan danau dengan kandungan garam tertinggi di dunia.

Perbandingannya jika disandingkan dengan laut pada umumnya, Don Juan Pond 18 kali lebih asin daripada air laut biasa, jika dibandingkan dengan Laut Mati, Don Juan Pond 8 kali lebih asin.

Lokasi ini ditemukan oleh Lt Don Roe dan Lt John Hickey, pada tahun 1961, saat keduanya melakukan penelitian di Antartika. Nama Don Juan Pond juga diberi oleh kedua peneliti tentara ini, mungkin penggabungan nama keduanya. Suhu di kolam itu-seperti umumnya di kawasan Antartika, cukup rendah, dengan titik terendah bisa mencapai -30 drajat Celcius. Namun tidak pernah sampai membeku seperti tempat lain di Antartika.

Rotorua, New Zealand
Rotorua adalah kota di tepi laut selatan danau dengan nama yang sama. Tepatnya di teluk Plenty, pulau utara dari New Zealand. Keunikan dari kawasan itu adalah banyaknya kolam-kolam sumber air panas, khususnya Pohutu Geyser di Whakarewarewa, dan lumpur lumpur mendidih. Kawasan itu menjadi unik dan menarik sehingga banyak dikunjungi wisatawan.

83-42, GreenlandAneh dan unik. Tapi 83-42 dipercaya merupakan satu-satunya bidang tanah yang ada di bagian utara. Memang hanya ‘secuil’ ukurannya kira 35 m x 15 m dan tinggi 4 m. Kalau dilihat dari atas, ibarat hanya setitik tanah yang dikelilingi pecahan pecahan es. Unik! Ketika kutub utara tertutup oleh es, namun tanah ini tidak. Lihat gambar! Keunikan ini sekaligus menumbangkan rekor sebelumnya yaknu ATOW 1996. Keunikan 83-42 ini ditemukan tahun 1998.

Socotra, Republic of YemenSocotra tempat paling aneh sekaligus paling unik di dunia. Nyaris semua yang ada di sana terlihat aneh, mulai dari bentuk pohon maupun lingkungannya, tak heran banyak yang menyebut Socotra yang berada di Republik Yemen sebagai salah satu sarang alien di dunia. Tempatnya sangat terisolir, iklim kering lain daripada yang lain. Keanehan ini bisa jadi menyebabkan kehidupan tanaman maupun benda apapun di sana tumbuh dengan aneh. Sebut saja tanaman terkenal seperti Dragon’s Blood Tree yang aneh, bentuknya sangat tidak umum, terlihat mirip paying. Pohon ini memproduksi getah berwarna merah. Di sana juga ada binatang binatang asli, seperti burung-burung, laba-laba dan binatang asli lainnya. Belum lagi bebatuan juga karang, yang bentuknya tidak umum dan hanya ada di pulau itu. Dengan segala keanehan isi pulau itu, tak heran kalau Socotra, pulau yang berada di laut arab, masuk dalam Warisan Peninggalan Dunia.

The Great Dune of Pyla, FranceYang kita tahu bahwa Eropa tidak mempunyai gurun, paling banter hanya bukit pasir yang biasa saja. Tapi anggapan ini salah. Eropa memiliki bukit pasir unik yakni Pyla, panjangnya 3 km, lebar 500 m dan tinggi 100 meter. Bukit pasir ini sangat curam sebagiannya menghadap ke hutan. Tempat ini terkenal karena menjadi tempat aktivitas paragliding. Selain keunikan bukit pasir itu, yang juga menakjubkan adalah pemandangan sekitarnya di mana dari ketinggian kita bisa melihat laut dan hutan. Karena bukit pasir ini jauh lebih tinggi dari hutan, sehingga dari bukit pasir itu kita bisa melihat semuanya.

Meteor Crater, USAMeteor Crater adalah kawah yang terbentuk akibat jatuhnya meteorit. Letaknya sekitar 43 mil (69 km) sebelah timur Flagstaff, dekat Winslow di gurun utara Arizona Amerika Serikat. Tempat itu disebut Meteor Crater karena letaknya yang dekat dengan nama kantor post. Kawah meteor ini konon terbentuk sejak 50.000 tahun lalu pada zaman Pleistocene ketika iklim setempat menjadi lebih sejuk dan basah. Pada saat itu di sana adalah padang rumput yang luas serta hutan yang dihuni oleh wol mammoths, kukang tumbuk raksasa, dan unta. Mungkin kawasan itu belum di huni manusia. Meteor yang jatuh itu mengandung nikel dan membuat kawah seluas 50 meter.

Mount Roraima, Venezuela, Brazil and GuyanMount Roraima adalah tempat luar biasa yang indah. Gunung batu ini berbentuk unik karena seperti kap meja yang berada di awan. Tingginya 400 meter. Satu satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu adalah dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Cara lain yang tidak disarankan adalah yang biasa dilakukan para pemanjat tebing. Di sana hujan nyaris turun setiap hari, menghanyutkan tanaman tanaman menjalar yang berada di atas atap. Walhasil, atap gunung itu menjadi unik, karena bersih dari apapun..alias seperti ‘meja kosong’.

The Door To Hell, Turkmenistan
Tempat ini mungkin sudah semua tahu, minimal telah membaca beritanya atau melihat gambar-gambarnya. Memang tak heran karena fenomen alam di Turkmenistan ini terbilang unik. Orang menyebutnya ‘Pintu Neraka” karena di kawah selebar 70 meter itu keluar api yang terus menerus sejak 35 tahun terakhir. Berawal dari tahun 1971 di mana geolog member kawasan itu untuk mencari tambang gas. Yang terjadi kemudian adalah semburan api dari bawah yang terus menerus, bahkan sempat menelan segala peralatan mereka. Para geolog ini tak ada yang berani turun ke dalam kawah beracun itu. You can see it on Google Earth at 40°15′8″N 58°26′23″E.












sumber: okezone.com

Sabtu, 24 Desember 2011

Bandara Internasional Dengan Menu Sehat

Mungkin kegiatan yang paling tepat untuk menunggu jam penerbangan adalah makan. Sebuah hasil riset terbaru menyebutkan laporan dari banyak bandara internsional hanya ada beberapa yang menyajikan menu sehat.

http://airroyale.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/GIVsn1125AftCabFwdView.jpg

Delapan puluh persen dari restoran dibandara minimal menyajikan menu sehat, rendah lemak, bebas kolesterol dengan hidangan vegetarian. Menurut sebuah penelitian ada 15 bandara Internasional yang telah dianalisa menunya. Berikut urutan bandara internasional yang menyajikan menu sehat di restorannya.

1. Metropolitan Detroit Wayne County Airport
http://ref.michigan.org/cm/attach/69F1F273-6C44-4D75-9F19-F6D8C3EF86F1/gettingthere_main_detroit2t_about.jpg

Bandara ini berada di peringkat pertama karena restoran-restoran yang berada dibandara ini semuanya menawarkan pilihan menu sehat.

2. San Francisco International Airport
http://images.travelpod.com/users/pecten56/1.1232069520.san-francisco-international-airport.jpg

San Francisco International Airport menduduki peringkat ke-2, dengan 96% restoran-restoran dibandara ini menawarkan menu sehat.

3. Washington Dulles International Airport
http://www.elec-intro.com/EX/05-15-06/iad_dusk.jpg

Sebanyak 96% restoran dibandara ini menawarkan menu sehat, sehingga berada di peringkat ke-3.

4. Minneapolis-St. Paul International Airport
http://u.slimg.com/smartertravel/gallery/74/originals/stm4d9cae31eb8a420110406.jpg

Bandara Internasional ini berada di peringkat ke-4, dengan hasil persentase 86% dari restoran-restoran yang menawarkan pilihan menu sehat.

5. Dallas / Fort Worth International Airport dan Las Vegas McCarran International Airport
http://www.11alive.com/images/640/360/2/assetpool/images/111221123318_vegas-airport1221.jpg

Berada diposisi ke-5 dengan presentasi sebesar 83%.

6. Denver International Airport dan Miami International Airport
 http://www.birdair.com/images/projectgallery/DenverAirport/DenverAirport_2.jpg
Bandara ini sama-sama menduduki peringkat ke-5 dengan hasil presentasi 82%.

7. Phoenix Sky Harbor International Airport dan Charlotte Douglas International Airport
http://smartypantstravel.files.wordpress.com/2011/10/capture.png

Bandara Internasional ini juga memiliki peringkat yang sama yaitu ke-7 dengan 81% restorannya menyajikan menu sehat.

8. Orlando International Airport
http://www.wings900.com/vb/attachments/forum10/26150d1314736431-orlando-airport-code.jpg

Bandara Internasional Orlando peringkat kedelapan, dengan 80% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan menu sehat.

9. Los Angeles International Airport dan Baltimore 
 http://www.11alive.com/assetpool/images/111221113226_dca-billkatygemma1221.jpg
 Washington International Airport, berada di posisi ke-9, dengan 76% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.

10. Ronald Reagan Washington National Airport
http://www.visitingdc.com/images/reagan-national-airport.jpg

Ronald Reagan Washington National Airport berada diperingkat kedua dari terakhir, dengan 75% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.

11. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport
http://farm1.static.flickr.com/40/74336970_9c91a253ee.jpg

Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport mencetak peringkat terburuk, dengan 71 persen dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.














sumber: http://www.detikfood.com/read/2011/12/24/104550/1799105/900/inilah-bandara-international-yang-menyajikan-menu-sehat

Jumat, 23 Desember 2011

Berendam Air Panas di Odaiba

Jika bukan karena teman, saya mungkin tidak akan mampir ke Odaiba — daerah surga belanja dan hiburan di pinggir teluk Tokyo, yang sebenernya merupakan pulau tambahan dan dibangun sebagai benteng pertahanan dari serangan laut.

Dan rekomendasi teman saya tidak salah. Begitu tiba di stasiun Daiba, pusat perbelanjaan Aqua City dan gedung Fuji TV yang berarsitektur unik siap menyambut. Sungguh surga belanja. Selain Aqua City, ada juga Decks yang sejajar. Hanya berjarak satu blok, ada Venus Fort yang sepintas seperti pertokoan di dalam Venetian Macao.




Berhubung kantong pas-pasan dan tidak berniat belanja, saya pun langsung melangkahkan kaki ke gedung Telecom Center (yang terletak di sebelah Fuji TV). Dari lantai tertinggi Telecom Center, kita bisa melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian dengan gratis.




Setelah puas melihat pemandangan, saya memutuskan mencoba onsen, rumah pemandian yang populer di Odaiba. Yang paling luas di Tokyo, dengan desain dan tata cara mandi seperti pada zaman Edo, adalah Ooedo Onsen Monogatari. Tak heran harga masuknya 2900 yen (Rp 300 ribu) — hampir enam kali lipat dari harga pemandian di hotel kapsul saya di Asakusa.






Tetapi ada harga ada barang. Fasilitas Ooedo Onsen Monogatari memang super lengkap. Setelah membayar, pengunjung diharuskan menggunakan kimono sehingga suasana tradisionalnya langsung terasa. Ada 19 motif kimono yang dipajang di situ sehingga saya pun bebas memakai yang mana.


Dengan enam macam kolam pemandian, plus ruang uap dan sauna, berendam di sini rasanya seperti di surga. Saya suka berendam di kolam Kinu-no-Yu yang airnya berwarna putih (dan kabarnya berkhasiat mencerahkan kulit). Saya juga suka berendam di kolam luar ruangan, karena sebelumnya tidak pernah berendam di ruangan terbuka tanpa mengenakan pakaian.


Di beberapa sudut ruangan terbuka terdapat gentong besar untuk mereka yang ingin berendam sendirian.


Setelah puas berendam, saya berjalan berkeliling. Ternyata, ada juga fasilitas spa dan pijat dengan berbagai macam teknik (termasuk di kursi pijat yang menggunakan koin). Di bagian tengah gedung, berjajar toko oleh-oleh dan makanan dengan desain interior yang sudah disulap seperti zaman Edo.







Selain toko-toko itu, ada juga aula luas tempat pengunjung bersantap cemilan atau sekadar merebahkan badan untuk melepas penat.


Puas mencoba onsen, saya melanjutkan perjalanan. Tujuan terakhir adalah Odaiba Kaihin Kōen, taman pinggir teluk yang menampilkan replika patung Liberty. Sepintas memang mirip di New York, apalagi dengan tambahan jembatan pelangi sebagai latar belakang.




Pasir putih dan puluhan burung camar menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. Pantas jika tempat ini menjadi lokasi favorit pasangan berkencan. Saya membayangkan, jika datang malam hari pasti pemandangan serta lampu warna-warni dari jembatan pelangi ini romantis.




Usai menikmati angin segar laut, saya pun memutuskan kembali ke kota dengan menggunakan kapal. Setelah melihat dari atas, saya ingin melihat Tokyo dari sisi lain, yaitu dengan menyusuri sungai Sumida sampai ke Asakusa, pelabuhan terakhir yang dekat dengan hotel.













sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/234-berendam-air-panas-di-odaiba

Keliling Kota Pelabuhan Yokohama

Pada hari terakhir di Jepang, saya memutuskan mengunjungi Yokohama. Jarak dari Tokyo ke Yokohama ditempuh hanya dalam 30 menit dengan kereta bawah jalur oranye, Tokyu Toyoko dari Shibuya.

Tujuan pertama adalah Chinatown (atau biasa disebut Yokohama Chukagai), yang memang menjadi stasiun terakhir jalur oranye ini. Daerah yang terletak di Yokohama pusat ini merupakan kota pecinan terbesar di Jepang.


Berbeda dengan kota pecinan lainnya, Yokohama Chukagai ini terlihat tidak terlalu sibuk dan ramai. Yang paling mencolok dari daerah ini adalah jajaran restoran dan toko obat tradisional dan toko oleh-oleh.



Salah satu pemandangan di Taman Yamashita. Foto: Thinkstock


Yang terakhir ini, terus terang, malas saya datangi karena beda-beda tipis dengan Hongkong tetapi harganya lebih mahal. Saya lebih tergiur dengan jajaran kios camilan dan jajanan pasar, terutama bakpao (manju). Tiap sepuluh meter, hampir pasti ada yang menjual bakpao.


Klenteng Kanteibyo dan pintu gerbang warna-warni, yang cukup banyak ditemui di beberapa jalan, juga jadi daya tarik sendiri. Pintu gerbang bersama dengan lampu lampion merah bisa dibilang jadi ciri khas daerah ini. Bagus buat lokasi foto-foto.


Yang agak mengejutkan, ternyata klenteng yang dibangun tahun 1873 ini tidak terlalu besar seperti di dalam gambar.



Kapal besar Hikawa Maru. Foto: Thinkstock


Hanya lima menit berjalan kaki dari kota pecinan, saya langsung menemukan taman Yamashita. Menyusuri taman sepanjang 750 meter yang menghadap lautan ini sangatlah menyenangkan. Sambil duduk di bangku taman, saya melihat kapal besar Hikawa Maru di sisi kanan dan jajaran taman bunga asri di sisi kiri. Menengok ke belakang, terlihat menara observasi marinir Yokohama setinggi 106 meter.


(Oh ya, kabarnya kapal ini ketika beroperasi di tahun 1930 sempat mengangkut Charlie Chaplin dalam salah satu perjalanannya dari Seattle ke Yokohama).


Walau hanya duduk-duduk, saya sangat menikmati pemandangan di sekitar taman ini. Aktivitas warga Yokohama di taman ini pun cukup menarik. Ada yang menggunakan taman ini sebagai tempat joging, membawa anjing berjalan-jalan atau pasangan yang membawa bayinya menikmati terik matahari pagi menjelang siang. Namun yang paling unik adalah saat melihat sekelompok orang tua sedang asyik melukis pemandangan.



Daerah Minato Mirai 21. Foto: Thinkstock


Kapal laut besar, dermaga dan lautan sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kota yang terletak di teluk Tokyo ini. Begitu juga, sisa-sisa peninggalan Amerika seperti meriam, kapal tua, dan beberapa gudang pun terlihat hampir di beberapa sudut kota.


Puas menikmati taman, saya lanjut melangkahkan kaki menuju daerah Minato Mirai 21, terutama menara Landmark, yang merupakan gedung tertinggi di Jepang. Selain ingin melihat seperti apa dalamnya, saya juga berharap bisa mampir ke mal sebelahnya, Landmark Plaza dan Queen’s Square. Saya juga mampir ke Hard Rock Café untuk membeli cendera mata dan makan siang.


Di seberang Hard Rock Café, tampak kincir angin yang merupakan satu bagian atraksi dari taman hiburan Cosmo World. Kincir angin ini bersama dengan gedung Landmark menjadi dua bangunan yang menjadi ciri khas Yokohama.


Setelah puas memborong beberapa T-shirt di outlet Uniglo di Queen’s Square, saya segera menyeberang jalan dan menuju lokasi kunjungan terakhir saya di Yokohama: dermaga Osanbashi.



Dermaga Osanbashi di Yokohama. Foto: Thinkstock


Selama berjalan menuju lokasi, godaan berbelanja cukup banyak karena saya menemukan dua mal besar lagi yang membuat perut pulas (ehem, Hello Kitty!), World Porters dan Red Brick Warehouse (Akarenga Soko). Mal yang terakhir ini cukup unik. Berhubung gedung tersebut bekas gudang pelabuhan, malnya agak temaram.



Mal yang bekas gudang pelabuhan, Red Brick Warehouse. Foto: Thinkstock


Seperti juga taman Yamashita, dermaga Osanbashi juga jadi tempat nongkrong yang asyik. Setelah dibangun ulang pada 2002, dermaga ini menjadi terminal penumpang untuk kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang masuk lewat Yokohama.


Yang agak menyakitkan mata adalah beberapa tuna wisma yang tertidur di bangku taman. Tak sangka, kota pelabuhan mewah seperti ini pun punya masalah yang sama juga ya.












sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/197-sehari-keliling-kota-pelabuhan-yokohama

Menjelajahi Tokyo Dengan ‘Densha’ dan ‘Chikatetsu’

Tokyo adalah sebuah kota metropolitan dengan sistem transportasi publik yang komprehensif. Untuk menjelajahi kota ini, kita tidak memerlukan bantuan pemandu wisata — cukup peta transportasi umum seperti bus, densha (kereta api), dan chikatetsu (kereta bawah tanah).

Jaringan kereta api dalam kota di Tokyo dioperasikan oleh beberapa perusahaan layanan, dan merupakan salah satu jaringan kereta api yang terbesar dan tersibuk di dunia. Terdapat hampir 300 stasiun yang tersebar dalam 14 jalur, seluruhnya menempuh jarak 328 km.




Setiap hari, jaringan ini mengangkut delapan juta penumpang dengan daerah cakupan yang membentang dengan jarak hampir menyamai Jakarta-Bandung.


Dengan densha dan chikatetsu, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Tokyo seperti Shinjuku, Ikebukuro, Ginza, Asakusa, Shibuya, dan Harajuku (berhenti di Meiji-jingumae).


Stasiun densha dan chikaketsu sendiri bisa menjadi atraksi. Saksikan dan cobalah beragam jenis mesin penjual minuman dan makanan yang ada di sana. Juga ada mesin penjual bunga, serta mesin yang bisa menebak usia serta jenis kelamin Anda.


Agar tak perlu pusing membaca peta atau bingun berpindah jalur dan stasiun, Anda tinggal menaiki jalur Yamanote Line — yang melingkari kota Tokyo dan berhenti di berbagai atraksi wisata di kota ini.




Hampir semua mesin penjual tiket dilengkapi dengan panduan dalam bahasa Inggris. Tarif kereta bervariasi tergantung jarak dan dibedakan antara dewasa dan anak-anak. Lihatlah tarif ke tempat tujuan Anda, dan masukkan uang kertas atau koin untuk membeli tiket.


Jika ada kendala teknis atau bahasa, silakan bertanya kepada petugas — tetapi untuk itu diperlukan sedikit kemampuan berbahasa Jepang.




Pilihan lainnya, Anda bisa membeli tiket terusan untuk satu atau dua hari. Dengan begini, Anda bebas menggunakan jasa operator tertentu dalam 24 jam tanpa harus membeli tiket lagi untuk masing-masing jalur.


Dengan tiket terusan Holiday Pass seharga ¥ 2300 (sekitar Rp 230 ribu), Anda bahkan bebas menggunakan seluruh sistem transportasi publik di Tokyo selama 24 jam pada Sabtu, Minggu, dan hari besar.


Berpindah dari satu jalur ke jalur lain (atau stasiun) relatif mudah dan nyaman. Namun terkadang banyaknya terowongan bawah tanah bisa membingungkan. Untunglah hampir setiap marka stasiun dilengkapi dengan tulisan berhuruf Latin.




Jika Anda bepergian di hari kerja, ada baiknya untuk memerhatikan jam sibuk yakni pada pukul 07.00-09.00 pagi dan 17.00-19.00 petang.


Website
http://www.jorudan.co.jp/english/norikae/ dapat membantu dalam merencanakan perjalanan dengan si densha dan chikatetsu ini. Jasa gratis ini juga menyediakan aplikasi untuk Apple iOS untuk iPhone, iPod Touch atau iPad.












sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/130-menjelajahi-tokyo-dengan-densha-dan-chikatetsu